MUARA SABAK, KS com – Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Muara Sabak Barat menjadi momentum penting dalam merumuskan arah pembangunan tahun 2027 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kegiatan tersebut digelar pada Jumat (13/2) siang dengan melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan.
Musrenbang ini difokuskan pada pembahasan dan penajaman usulan pembangunan yang berasal dari seluruh kelurahan di Kecamatan Muara Sabak Barat. Usulan tersebut nantinya akan menjadi bagian dari Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tanjabtim tahun 2027.
Sejumlah pejabat dan unsur terkait hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Tanjabtim Ernawati yang mewakili Bupati, anggota DPRD Tanjabtim Daerah Pemilihan I, unsur Forkopimcam, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para lurah, serta tokoh masyarakat.
Camat Muara Sabak Barat Irwanuddin menegaskan bahwa seluruh usulan dari kelurahan tidak serta-merta diakomodir, melainkan akan melalui proses pembahasan dan seleksi secara bersama-sama.
“Usulan yang masuk akan disesuaikan dengan skala prioritas dan kebutuhan masyarakat. Prinsipnya, program yang diajukan harus benar-benar berdampak dan bisa dirasakan langsung,” jelasnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Ernawati saat membacakan sambutan Bupati Tanjabtim Hj. Dillah Hikmah Sari menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam menyusun perencanaan pembangunan yang berkesinambungan.
Menurutnya, Musrenbang kecamatan merupakan tahapan krusial dalam menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah agar lebih terukur dan terencana.
Di sisi lain, anggota DPRD Tanjabtim dari Fraksi NasDem Syahbuddin mengungkapkan kondisi keuangan daerah yang saat ini tengah berada dalam fase efisiensi anggaran. Hal tersebut, kata dia, menjadi tantangan dalam merealisasikan seluruh usulan pembangunan yang diajukan.
“Keterbatasan anggaran membuat tidak semua usulan bisa langsung direalisasikan. Kami berharap masyarakat dan pihak kelurahan dapat memahami kondisi ini,” ujarnya.
Meski demikian, Syahbuddin memastikan DPRD tetap berkomitmen mengawal dan memperjuangkan usulan prioritas agar masuk dalam pembahasan anggaran di tingkat kabupaten, sesuai dengan kemampuan fiskal daerah.
Melalui Musrenbang Kecamatan Muara Sabak Barat ini, diharapkan perencanaan pembangunan ke depan dapat berjalan lebih realistis, tepat guna, serta mampu mendorong pemerataan pembangunan di wilayah kecamatan.***
(ham)









