Menu

Mode Gelap
Hebat, Pengembalian dan Verifikasi Berkas Belum Waktunya, Ketua TPP Telah Nyatakan Calon yang Masuk Nominasi Kejari Tanjab Timur Terima Tersangka dan Barang Bukti Kasus Tipikor Upgrade Stasiun Pandu Tahap II Beberapa Kegiatan Telah Ditayangkan ULP Tanjab Timur Pidato Politik Ketua DPC Partai Gerindra Tanjab Timur, Ashar Idris, S, PD.I Usai Pilkada Serentak 2024 di Tanjab Timur PAW Sulpani Berproses Padahal Menangkan Laza, PAN Dikecam

Parlementaria · 20 Apr 2026 19:16 WIB

DPRD Tanjab Timur Gelar RDP, PBI BPJS Jadi Topik Utama


 DPRD Tanjab Timur Gelar RDP, PBI BPJS Jadi Topik Utama Perbesar

MUARA SABAK, KS com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (DPRD) menggelar rapat dengar pendapat bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Senin (20/4/2026), di Ruang Serba Guna DPRD Tanjab Timur .

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, Hj. Zilawati, SH. Agenda utama kegiatan adalah membahas berbagai isu lintas sektor bersama Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, kepala rumah sakit, serta seluruh kepala puskesmas di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Turut hadir dalam rapat tersebut sejumlah anggota DPRD, di antaranya Hj. Zilawati, SH, Hasniba, A.Md, Siti Aminah, SE, Firmansyah Ayusdas, S.Pd.I, Ruziansyah Putra, Drs. Syahbuddin, MH, Muhammad Guntur, S.Pi, serta Muhammad Samin, S.Sos., M.I.P.

Dalam lanjutan rapat dengar pendapat yang digelar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, isu penonaktifan peserta PBI BPJS Kesehatan menjadi salah satu pembahasan utama.
Sekretaris Dewan, Drs. Berilyan, menyampaikan bahwa penonaktifan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dilakukan oleh Kementerian Sosial berdasarkan pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tahun 2026, guna memastikan bantuan tepat sasaran.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Hj. Zilawati, SH menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi, khususnya antara Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, agar dampak kebijakan tersebut tidak merugikan masyarakat.
Wakil Ketua I DPRD, Hasniba, A.Md, mengungkapkan adanya penghapusan sekitar 80 ribu peserta PBI dari pusat. Ia mendorong pembaruan data secara berkala untuk menjaga keakuratan data penerima bantuan.

Sementara itu, Ketua Komisi III, Firmansyah Ayusda, S.Pd.I, menyoroti berbagai persoalan di lapangan, seperti ketidaksesuaian data, kurangnya sosialisasi, hingga lemahnya koordinasi antar lembaga. Ia juga meminta kejelasan terkait klasifikasi masyarakat dalam desil 1 hingga desil 10 sebagai dasar penentuan penerima bantuan.
Rapat ini diharapkan menghasilkan langkah konkret dalam memperbaiki sistem pendataan dan memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat tetap optimal.

BACA JUGA :  Ketua DPRD, Mahrup, Nyatakan Peringatan HANI sebagai Bentuk Keprihatinan Dunia Terhadap Korban Penyalahgunaan Narkoba

Perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa proses pemutakhiran data sosial ekonomi dilakukan secara berkala, bahkan hingga beberapa kali dalam setahun. Namun, dalam pelaksanaannya di lapangan masih ditemukan berbagai kendala, seperti data yang tidak akurat, warga yang sulit ditemukan, hingga hambatan teknis dalam proses penginputan.
Ketua DPRD Hj. Zilawati, SH menegaskan bahwa hingga saat ini progres pendataan dinilai belum maksimal. Ia menekankan perlunya percepatan, mengingat batas waktu yang telah ditentukan cukup singkat, serta pentingnya keterlibatan aktif pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Sementara itu, Anggota Komisi III, Sumarayadi, menyoroti perlunya pelibatan pemerintah desa dalam proses pendataan. Menurutnya, desa memiliki peran penting karena lebih memahami kondisi riil masyarakat, sehingga dapat meminimalisir kesalahan data dan memastikan bantuan tepat sasaran.
Dari sisi BPS, ditegaskan bahwa pelaporan dan koordinasi memang perlu dilakukan hingga tingkat desa, guna memperkuat akurasi data. Sedangkan perwakilan PKH mengungkapkan bahwa di lapangan masih banyak kendala administratif, terutama terkait kelengkapan bukti dan proses verifikasi data penerima bantuan.

Disampaikan bahwa puluhan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) telah tersebar di seluruh kecamatan untuk melakukan pendataan langsung ke lapangan. Proses ini dilakukan secara door to door guna memastikan keakuratan data masyarakat penerima bantuan sosial.

Dari pihak Badan Pusat Statistik (BPS) dijelaskan bahwa data yang digunakan merupakan gabungan dari data primer dan sekunder, termasuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang diperbarui menjadi DTSEN. Proses validasi dilakukan secara ketat, termasuk dokumentasi kondisi rumah warga.
Wakil Ketua I DPRD, Hasniba, A.Md, menekankan pentingnya kejelasan dalam penentuan kategori desil 1 hingga desil 10 sebagai dasar penerima bantuan. Sementara itu, pihak Dinas Sosial menegaskan bahwa pendamping PKH merupakan bagian dari Kementerian Sosial yang bertugas melakukan verifikasi dan pengusulan data di lapangan.

BACA JUGA :  Anggota DPRD Tanjab Timur Hadiri Musrenbang di Kecamatan Mendahara

Anggota DPRD lainnya juga menyoroti masih lemahnya sinkronisasi data antara pusat dan daerah, yang berdampak pada perbedaan jumlah penerima bantuan. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang lebih intensif agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat.
Rapat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat akurasi data serta meningkatkan efektivitas program bantuan sosial di Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” tutupnya.***

(ham)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DPRD Tanjab Timur Gelar RDP Terkait GT Pengadaan Kapal Nelayan

13 April 2026 - 21:35 WIB

DPRD Tanjab Timur Gelar Rapat Paripurna dengan Agenda Penyampaian LKPJ TA 2025

31 Maret 2026 - 19:42 WIB

Dana Nasabah Dikembalikan, DPRD Apresiasi Kinerja BPD Jambi Muara Sabak

3 Maret 2026 - 17:11 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Zilawati, SH, bersama sejumlah anggota DPRD setempat mendampingi kunjungan kerja Komisi V DPR RI yang dipimpin oleh H. Bakri

28 Februari 2026 - 15:22 WIB

Anggota DPRD Tanjab Timur Gelar Reses ke Dapil Masing-masing

25 Februari 2026 - 15:16 WIB

Anggota DPRD Tanjab Timur Hadiri Musrenbang Kecamatan Rantau Rasau

11 Februari 2026 - 19:28 WIB

Trending di Parlementaria